Siapa Tahu Bermanfaat Buat Orang Lain

Visitor

Ads Here

Monday, February 18, 2013

SEO Aja Kok Repot

Pertama kali belajar SEO, saya hampir nyerah karena lelah. Bayangkan saja harus submit link ke ratusan web directory, social media, blog commenting, bikin profile link, forum signature, dan berbagai tehnik lainnya yang bikin ngesot. Udah gitu webnya baru naik ke pejwan dalam waktu 3-4 bulan. Beuuuh....

Sudah begitu saya dipusingkan pula dengan istilah-istilah bahasa planet yang sulit saya mengerti. Ada reverse engineering, inbound link, page authority, keyword density, backlink footprint, link wheel, link baiting, Nofollow, Dofollow, H1, H2, H3, oh yes, oh no, oh God...dll. Hadeeeh, mau pecah rasanya kepala inih.

Meskipun udah ikutan forum-forum belajar SEO, tetep aja bahasanya gak bisa dicerna oleh otak newbie saya, tehnik-tehniknya juga tingkat dewa semua, gak newbie friendly, dan kayaknya gak mungkin deh bisa saya pelajari secara otodidak, sampai saya merasa kayaknya SEO gak cocok buat saya deh.

Hingga akhirnya saya bertemu dengan banyak mastah SEO dan berdiskusi dengan mereka. Dari situlah saya mulai menyusun kepingan-kepingan puzzle tentang SEO. Dan ternyata SEO itu gak seribet yang disangka. Bahkan gak perlu terlalu hafal dengan istilah-istilah tingkat dewa itu, karena yang paling penting adalah tahu tehniknya dan tahu apa yang harus dilakukan.

Sampai hari ini saya gak hafal semua istilah dalam dunia per-SEO-an. Yang saya tahu dan saya mampu hanyalah mengantarkan suatu blog atau web ke pejwan, bahkan top one. Untuk bisa seperti itu, ternyata tidak harus jadi master SEO bersertifikasi tingkat tinggi, tidak perlu hafal istilah yang ribet, dan gak perlu pake metode yang ribet. Kalau bisa simple kenapa harus ribet?

SEO aja kok repot :D