Selama saya mengajar private SEO dan privat Internet Marketing, saya menemukan berbagai tipe orang yang menjadi murid saya, dan ini menjadi pengalaman suka duka selama mengajar privat.
Ada murid yang tipenya memang tekun dan serius ingin belajar, tapi ada juga yang sekedar ingin tahu dan nambah ilmu. Dan ada juga yang nafsu serta yang frustasi karena webnya tak kunjung bisa top one, jangankan top one pejwan aja kagak.
Jujur saya lebih suka tipe murid yang pertama. Kenapa? Karena mereka serius ingin belajar dan mereka serius mempraktekkan sehingga hasilnya pun kelihatan. Sedangkan yang pengen tahu ajah biasanya udah tahu SEO meskipun baru secara garis besar, atau yang udah bisa SEO tapi pura-pura jadi nubi. Begitu juga dengan yang frustasi atau nafsu. Mereka udah tahu SEO tapi karena belum berhasil pejwan, jadilah mereka berguru dengan harapan bisa pejwan setelah belajar sama saya.
Tapi repotnya ngajarin yang kayak gini adalah, materi pelajaran jadi tidak terstruktur dan kacau balau, karena belum apa-apa mereka sudah tanya yang aneh-aneh, dan kebanyakan berharap dapat metode tingkat dewa yang bisa membuat web mereka bisa pejwan dalam waktu singkat.
Sayangnya ilmu saya biasa aja, karena di mana-mana SEO itu sama aja, prinsip dasarnya tetap sama meskipun tehnik dan metode bisa jadi berbeda. Jadi di antara para murid itu mungkin ada yang kecewa udah bayar mahal-mahal tapi gak dapat apa yang dia mau.
Tapi itu hal biasa dalam hidup. Lagipula bukan ilmu saya yang hebat yang membuat seseorang bisa mencapai pejwan seperti pada foto testimoni di atas. Itu karena muridnya yang rajin dan mau praktek tanpa terlalu banyak nanya dan banyak "tapi". Mereka lebih memilih untuk melihat, mendengar, dan mempraktekkan. Bukan nanya-nanya "Masa sih? Kok gini sih? kok gitu sih? Gimana nih?"
Tidak jarang pula ada murid yang ngeyel. Misalnya udah dikasih tahu kalo pertama kali belajar SEO itu coba kejar long tail keyword dulu. Eeh...malah ngotot pengen optimasi keyword pendek yang kompetisinya tinggi. Padahal yang long tail aja belum dicoba. Kayak gini nih yang lumayan jengkelin juga, udah dikasih tahu yang gampang malah pengen yang susah wkwkwk. Padahal dia belajar SEO untuk tujuan jualan, dan baaanyak sekali long tail keyword yang profitable yang bisa dia kejar, tapi malah ngeyel pengen ngejar yang susah dulu, hadeeh....ini orang mau jualan apa kontes SEO sih? :p
Ada juga yang ketika disuruh praktek untuk submit artikel ke 10 Social bookmark, ternyata dia gak kerjain karena menurut dia, "Kata mastah yang lain, submit ke social bookmark itu cukup 3 aja."
Nah kan? Belum apa-apa udah bandingin metode saya dengan mastah lain. Memang sudah jelas metode tiap mastah berbeda. Masalahnya adalah, dia kan belajar sama saya. Tapi belum juga selesai belajar sama saya dia udah ngikutin metode mastah lain. Hasilnya? Web yang dia optimasi belum bisa menguasai pejwan dengan metode mastah yang dia turutin itu. Untungnya saya bukan mastah, karena saya cuma bisa sedikit SEO dengan tehnik sederhana yang sudah berhasil saya praktekkan untuk menembus pejwan dan top one. Jadi kalo mau belajar sama mastah ya jangan sama saya, tanya aja toko sebelah hehehe.
Nah, begitu pula jika Anda lagi cari guru private SEO dan kebetulan nemu blog saya ini, Anda gak perlu memutuskan untuk langsung belajar sama saya. Carilah referensi sebanyak mungkin. Tapi saran saya kalau Anda mau belajar SEO sama saya, cobalah pastikan tujuannya dulu. Kalau tujuan Anda belajar SEO adalah untuk jualan online silahkan belajar sama saya. Tapi kalau mau kontes SEO cari aja mastah yang lebih hebat.
Sekedar info, tarif Private SEO saya memang lumayan besar, karena saya yang datang ke rumah murid, ngajar selama tiga hari dan tetap kasih support meskipun privat sudah selesai. Kalau mau yang lebih murah, bisa privat selama satu hari asal kuat aja dijejelin semuanya dalam sehari wkwkwk :D
Butuh private SEO guru datang ke rumah? Silahkan hubungi sayah ;)
Ada murid yang tipenya memang tekun dan serius ingin belajar, tapi ada juga yang sekedar ingin tahu dan nambah ilmu. Dan ada juga yang nafsu serta yang frustasi karena webnya tak kunjung bisa top one, jangankan top one pejwan aja kagak.
Jujur saya lebih suka tipe murid yang pertama. Kenapa? Karena mereka serius ingin belajar dan mereka serius mempraktekkan sehingga hasilnya pun kelihatan. Sedangkan yang pengen tahu ajah biasanya udah tahu SEO meskipun baru secara garis besar, atau yang udah bisa SEO tapi pura-pura jadi nubi. Begitu juga dengan yang frustasi atau nafsu. Mereka udah tahu SEO tapi karena belum berhasil pejwan, jadilah mereka berguru dengan harapan bisa pejwan setelah belajar sama saya.
Tapi repotnya ngajarin yang kayak gini adalah, materi pelajaran jadi tidak terstruktur dan kacau balau, karena belum apa-apa mereka sudah tanya yang aneh-aneh, dan kebanyakan berharap dapat metode tingkat dewa yang bisa membuat web mereka bisa pejwan dalam waktu singkat.
Sayangnya ilmu saya biasa aja, karena di mana-mana SEO itu sama aja, prinsip dasarnya tetap sama meskipun tehnik dan metode bisa jadi berbeda. Jadi di antara para murid itu mungkin ada yang kecewa udah bayar mahal-mahal tapi gak dapat apa yang dia mau.
Tapi itu hal biasa dalam hidup. Lagipula bukan ilmu saya yang hebat yang membuat seseorang bisa mencapai pejwan seperti pada foto testimoni di atas. Itu karena muridnya yang rajin dan mau praktek tanpa terlalu banyak nanya dan banyak "tapi". Mereka lebih memilih untuk melihat, mendengar, dan mempraktekkan. Bukan nanya-nanya "Masa sih? Kok gini sih? kok gitu sih? Gimana nih?"
Tidak jarang pula ada murid yang ngeyel. Misalnya udah dikasih tahu kalo pertama kali belajar SEO itu coba kejar long tail keyword dulu. Eeh...malah ngotot pengen optimasi keyword pendek yang kompetisinya tinggi. Padahal yang long tail aja belum dicoba. Kayak gini nih yang lumayan jengkelin juga, udah dikasih tahu yang gampang malah pengen yang susah wkwkwk. Padahal dia belajar SEO untuk tujuan jualan, dan baaanyak sekali long tail keyword yang profitable yang bisa dia kejar, tapi malah ngeyel pengen ngejar yang susah dulu, hadeeh....ini orang mau jualan apa kontes SEO sih? :p
Ada juga yang ketika disuruh praktek untuk submit artikel ke 10 Social bookmark, ternyata dia gak kerjain karena menurut dia, "Kata mastah yang lain, submit ke social bookmark itu cukup 3 aja."
Nah kan? Belum apa-apa udah bandingin metode saya dengan mastah lain. Memang sudah jelas metode tiap mastah berbeda. Masalahnya adalah, dia kan belajar sama saya. Tapi belum juga selesai belajar sama saya dia udah ngikutin metode mastah lain. Hasilnya? Web yang dia optimasi belum bisa menguasai pejwan dengan metode mastah yang dia turutin itu. Untungnya saya bukan mastah, karena saya cuma bisa sedikit SEO dengan tehnik sederhana yang sudah berhasil saya praktekkan untuk menembus pejwan dan top one. Jadi kalo mau belajar sama mastah ya jangan sama saya, tanya aja toko sebelah hehehe.
Nah, begitu pula jika Anda lagi cari guru private SEO dan kebetulan nemu blog saya ini, Anda gak perlu memutuskan untuk langsung belajar sama saya. Carilah referensi sebanyak mungkin. Tapi saran saya kalau Anda mau belajar SEO sama saya, cobalah pastikan tujuannya dulu. Kalau tujuan Anda belajar SEO adalah untuk jualan online silahkan belajar sama saya. Tapi kalau mau kontes SEO cari aja mastah yang lebih hebat.
Sekedar info, tarif Private SEO saya memang lumayan besar, karena saya yang datang ke rumah murid, ngajar selama tiga hari dan tetap kasih support meskipun privat sudah selesai. Kalau mau yang lebih murah, bisa privat selama satu hari asal kuat aja dijejelin semuanya dalam sehari wkwkwk :D
Butuh private SEO guru datang ke rumah? Silahkan hubungi sayah ;)
No comments:
Post a Comment