"Ayolah, sampai kapan mau manual terus? Persaingan makin ketat lho," begitulah kira-kira kata seorang teman di sebuah komunitas SEO di Facebook.
Kalau sudah menyangkut SEO manual dan SEO dengan software, maka setiap mastah punya dalil masing-masing, dan punya alasan kuat kenapa mereka bertahan dengan idealismenya.
Dasar pemikiran mereka yang menganut paham manual salah satunya adalah mengutamakan keamanan, serta fokus pada membangun bisnis secara sehat dengan menghindari nyepam atau nyampah di Internet. Tetapi bagi para pemain SEO Auto pun, keamanan tetap bisa terjaga tergantung bagaimana cara menggunakan softwarenya. Seperti kata seorang teman, "Bukan masalah softwarenya, tapi it's about the man behind the gun."
Ya, itu benar. Karena sudah terbukti banyak sekali yang sukses menggunakan software SEO. Dan itu membuat saya agak galau sebagai pemain manual. Kegalauan ini mulai terasa ketika klien jasa SEO saya mulai membludak, karena saya harus mengerjakan semua proses manual itu sendirian. Kalau untuk bisnis sendiri, saya lebih memilih untuk melakukan proses manual, karena saya lebih suka berfokus pada branding, bukan sekedar nyepam di dumay, biarpun mungkin agak slow tapi hasilnya lebih mantap bagi saya.
Tapi kalau sudah urusan ngerjain SEO buat klien, maka yang harus saya kejar adalah target dalam waktu yang cepat. Dan itu sudah sulit untuk dilakukan dengan cara manual terutama jika kliennya banyak. Kalau sudah gitu, idealisme untuk main manual akan sulit dipertahankan.
Sebetulnya bisa saja sih saya gaji karyawan untuk ngerjain, tapi sayangnya saya belum percaya sama orang lain untuk urusan optimasi ala saya hehehe. Jadi saya pun memilih untuk melakukannya sendiri dengan bantuan software.
Tapi tentu saja SEO bukan soal software semata, karena optimasi on page jelas tetap harus dilakukan secara manual. Karena itu bagi saya software hanya digunakan untuk membantu proses backlinking agar jari gak keriting hehehe, karena backlinking adalah salah satu proses SEO yang paling banyak makan waktu dan paling melelahkan.
Tapi tidak selalu saya pakai software untuk backlinking, terutama untuk backlink yang berupa comment. Terkadang saya hanya melakukan scraping dengan software untuk mendapatkan list backlink, tetapi tanam backlinknya tetap manual agar gak terkesan nyepam doang. Jadi bisa dibilang SEO saya adalah SEO semi auto untuk saat ini.
Lalu bagaimana dengan pemula? Haruskah langsung belajar software?
Menurut saya, Anda harus tetap paham dulu prinsip dasar SEO. Lebih baik Anda belajar manual dulu dengan target yang simple. Jika sudah benar-benar paham, maka silahkan dibantu dengan software untuk lebih memudahkan. Tapi ingat, ketika Anda memutuskan untuk bermain software, maka Anda harus menyiapkan investasi yang tidak sedikit. Untuk beli softwarenya, sewa VPS, sewa private proxy, langganan service De-Captcha, belum termasuk software-software pendukung lainnya yang bikin ngiler untuk dibeli dan kebanyakan pakai sistim langganan bulanan.
Intinya pakai software atau tidak itu pilihan Anda. Tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah. It's all about the man behind the gun. Kalau Anda belum punya modal, maka bersabarlah dan gunakan metode manual terlebih dahulu. Setelah hasil kerja SEO Anda menghasilkan uang melalui toko online ataupun buka jasa, barulah siapkan investasi untuk menggunakan software, atau tetap lakukan proses manual tetapi dikerjakan oleh orang lain, alias menggaji karyawan atau outsource.
Dan kalaupun Anda memutuskan menggunakan software, tetaplah cerdas dalam ber-SEO ria, jangan sampai menggantungkan segalanya pada teknologi, karena secanggih-canggihnya teknologi tetap saja buatan manusia.
Selamat ber-SEO ria, mastah :)
"I fear the day that the technology will surpass our human interaction. The world will have a generation of idiots" - Albert Einstein
Kalau sudah menyangkut SEO manual dan SEO dengan software, maka setiap mastah punya dalil masing-masing, dan punya alasan kuat kenapa mereka bertahan dengan idealismenya.
Dasar pemikiran mereka yang menganut paham manual salah satunya adalah mengutamakan keamanan, serta fokus pada membangun bisnis secara sehat dengan menghindari nyepam atau nyampah di Internet. Tetapi bagi para pemain SEO Auto pun, keamanan tetap bisa terjaga tergantung bagaimana cara menggunakan softwarenya. Seperti kata seorang teman, "Bukan masalah softwarenya, tapi it's about the man behind the gun."
Ya, itu benar. Karena sudah terbukti banyak sekali yang sukses menggunakan software SEO. Dan itu membuat saya agak galau sebagai pemain manual. Kegalauan ini mulai terasa ketika klien jasa SEO saya mulai membludak, karena saya harus mengerjakan semua proses manual itu sendirian. Kalau untuk bisnis sendiri, saya lebih memilih untuk melakukan proses manual, karena saya lebih suka berfokus pada branding, bukan sekedar nyepam di dumay, biarpun mungkin agak slow tapi hasilnya lebih mantap bagi saya.
Tapi kalau sudah urusan ngerjain SEO buat klien, maka yang harus saya kejar adalah target dalam waktu yang cepat. Dan itu sudah sulit untuk dilakukan dengan cara manual terutama jika kliennya banyak. Kalau sudah gitu, idealisme untuk main manual akan sulit dipertahankan.
Sebetulnya bisa saja sih saya gaji karyawan untuk ngerjain, tapi sayangnya saya belum percaya sama orang lain untuk urusan optimasi ala saya hehehe. Jadi saya pun memilih untuk melakukannya sendiri dengan bantuan software.
Tapi tentu saja SEO bukan soal software semata, karena optimasi on page jelas tetap harus dilakukan secara manual. Karena itu bagi saya software hanya digunakan untuk membantu proses backlinking agar jari gak keriting hehehe, karena backlinking adalah salah satu proses SEO yang paling banyak makan waktu dan paling melelahkan.
Tapi tidak selalu saya pakai software untuk backlinking, terutama untuk backlink yang berupa comment. Terkadang saya hanya melakukan scraping dengan software untuk mendapatkan list backlink, tetapi tanam backlinknya tetap manual agar gak terkesan nyepam doang. Jadi bisa dibilang SEO saya adalah SEO semi auto untuk saat ini.
Lalu bagaimana dengan pemula? Haruskah langsung belajar software?
Menurut saya, Anda harus tetap paham dulu prinsip dasar SEO. Lebih baik Anda belajar manual dulu dengan target yang simple. Jika sudah benar-benar paham, maka silahkan dibantu dengan software untuk lebih memudahkan. Tapi ingat, ketika Anda memutuskan untuk bermain software, maka Anda harus menyiapkan investasi yang tidak sedikit. Untuk beli softwarenya, sewa VPS, sewa private proxy, langganan service De-Captcha, belum termasuk software-software pendukung lainnya yang bikin ngiler untuk dibeli dan kebanyakan pakai sistim langganan bulanan.
Intinya pakai software atau tidak itu pilihan Anda. Tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah. It's all about the man behind the gun. Kalau Anda belum punya modal, maka bersabarlah dan gunakan metode manual terlebih dahulu. Setelah hasil kerja SEO Anda menghasilkan uang melalui toko online ataupun buka jasa, barulah siapkan investasi untuk menggunakan software, atau tetap lakukan proses manual tetapi dikerjakan oleh orang lain, alias menggaji karyawan atau outsource.
Dan kalaupun Anda memutuskan menggunakan software, tetaplah cerdas dalam ber-SEO ria, jangan sampai menggantungkan segalanya pada teknologi, karena secanggih-canggihnya teknologi tetap saja buatan manusia.
Selamat ber-SEO ria, mastah :)
"I fear the day that the technology will surpass our human interaction. The world will have a generation of idiots" - Albert Einstein
No comments:
Post a Comment