Siapa Tahu Bermanfaat Buat Orang Lain

Visitor

Ads Here

Tuesday, February 19, 2013

Tips Bisnis Dropship & Reseller Tanpa Modal

tips bisnis dropship tanpa modal
Dropship selalu menjadi pilihan favorit bagi mereka yang ingin memulai bisnis online tanpa modal. Ya, kalau anda browsing di Google dengan kata kunci "Reseller tanpa modal", akan Anda temukan banyak situs atau blog yang menawarkan peluang bisnis tanpa modal dengan cara menjadi reseller mereka.

Tetapi meskipun peluang tersebut banyak tersedia, untuk Anda yang pemula terutamanya, sebaiknya berhati-hati memilih supplier.

Bukan karena masalah penipuan, tapi ada faktor yang sering menghambat kelancaran transaksi, yang berakibat kita (Kita? Elo aja kalee...) sebagai reseller menjadi rempong sendiri, atau jadi malu pada pembeli.

Berdasarkan pengalaman saya dan teman-teman yang pernah main dropshipping, seringkali terjadi hambatan-hambatan sebagai berikut:
  1. Supplier susah dihubungi atau responnya super lemot. 
    Di SMS gak dijawab, ditelpon gak diangkat, atau HPnya mati saat kita telepon untuk cek stok dan ongkos kirim. Atau kita udah coba hubungi dari pagi, eeeeh jam 9 malem baru dibales. Padahal kecepatan layanan sangat vital dalam transaksi online.

    Coba aja kalau kita sebagai pembeli nanya harga barang, tapi yang jual toko pergi dulu ke belakang lamaaa banget sampe berjam-jam, apa kita mau nunggu selama itu? Kalau saya mah udah pindah ke toko sebelah. Ada sih pembeli yang sabar mau nunggu, tapi berapa banyak customer seperti itu? Kalau yang butuh urgent mah mana bisa nunggu.

  2. Stok yang ajaib
    Kadang terjadi ketika kita cek stok, si supplier dengan pedenya bilang, "Barang ada, ready stock!". Lalu kita pun kasih info ke calon pembeli bahwa barang ready, dan si calon pembeli pun transfer duitnya.

    Tetapi...sejam kemudian si supplier tiba-tiba menghubungi dan menyampaikan kabar yang cetar membahana buruknya, "Eh, sori...saya baru cek lagi, ternyata stoknya abis, kalau mau ganti tipe yang lain, gimana?"

    DUAARR! Itu jelas alasan yang gak bisa diterima, lha wong tadi dia bilang dengan pedenya kalau stok ready. Dan sekarang tiba-tiba aja dengan nyantainya dia bilang stok habis? How come? Gimana cara jelasin sama pembeli coba? Kan malu kite udah pede bilang stok ada dan pembeli udah transfer duitnya. Terus sekarang tiba-tiba bilang stok abis dan sebagai gantinya nawarin opsi lain sama si pembeli. Mending kalau pembeli mau, kalau gak ya kembali duit. Hancur minah kepercayaan si pembeli.

  3. Tak seindah warna aslinya
    Sering terjadi gambar yang dipajang di web supplier begitu kinclong nan elegan sehingga membuat ngacai orang yang melihatnya.

    Dalam kasus ini, respon supplier cukup oke dan cepat, transaksi pun lancar. Tapi...beberapa hari kemudian pembeli menghubungi lagi sambil melayangkan komplain, "Mas, ini gimana sih kok gak sama dengan gambarnya? Ini mah jelek banget!"

    Nah loh, mau jawab apa coba? Apalagi kebanyakan pelaku dropship gak pernah lihat langsung barangnya. Karena tahunya cuma jualin doang. Saya malah pernah rugi dalam kasus seperti ini karena si pembeli minta duitnya dibalikin, tapi ketika saya hubungi suppliernya untuk klaim, si supplier ngilang gak bertanggungjawab. Akhirnya demi menjaga kepercayaan saya ganti duit si pembeli, ahik...ahik...

    Ada juga kasus lain, misalnya barang yang di gambar kinclong dan disebutkan sebagai baru. Tetapi begitu nyampe ke tangan pembeli, kondisi barangnya seperti barang second. Ketika diklarifikasi ke supplier, katanya box-nya doang yang kelihatan second karena itu stok lama yang udah kelamaan disimpan di gudang, tapi barangnya baru dan gres.

    Lah, pembeli mah mana mau tahu? Karena dia tahunya beli barang baru. Butuh skill tingkat dewa untuk bisa meyakinkan si pembeli agar tetap mau terima barangnya.
Mungkin masih ada contoh kasus lainnya, tetapi  3 hal di atas adalah yang paling sering dialami oleh saya dan teman-teman yang pernah bisnis dropshipping.

Karena itu, khususnya untuk Anda yang baru mau memulai bisnis dropship atau reseller tanpa modal, saya sarankan tips berikut:
  • Kalau bisa carilah supplier yang dekat rumah sehingga Anda tidak akan kesulitan menghubungi supplier dan bisa sekalian cek stok.

  • Kalau pun Anda memutuskan untuk mencari supplier online, carilah yang bisa dipercaya, cek dulu reputasinya, dan tanyakan banyak hal sebelum memutuskan untuk jadi resellernya. Berhati-hatilah dan jangan langsung percaya, karena biasanya yang ngomongnya terlalu tinggi malah gak bisa dipercaya.

  • Berhati-hatilah jika produk yang dijual adalah obat herbal atau obat alternatif, terutama yang harganya mahal luar biasa dan mengklaim dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Cari tahu dulu tentang produk itu. Jangan langsung percaya meskipun banyak testimonialnya, dan jangan sampai bilang gak ada efek sampingnya. Karena kadang terjadi juga obat yang diklaim sebagai obat dewa tersebut ternyata malah ada efek samping yang memperburuk kondisi penyakit si pembeli. Cek dulu secara mendalam, karena ini soal tanggungjawab moral dunia akhirat.

  • Jadilah penjual yang jujur dan bisa dipercaya, berikan layanan yang ramah dan cepat. Kepercayaan juga sangat vital dalam bisnis online, sekali kita bikin masalah, beritanya juga akan cepat menyebar secara online.

  • Bagi Anda yang menganut bisnis syariah, maka diskusikanlah dulu dengan yang ahli soal ekonomi Islam, karena menurut yang saya ketahui dropship termasuk bisnis yang tidak syar'i sehubungan ada hal-hal yang tidak dibenarkan dalam prosesnya, salah satunya kalau tidak salah adalah karena kita menjual barang yang tidak kita miliki. Saya bukan ahlinya untuk menjelaskan soal ini, silahkan browsing saja misalnya dengan kata kunci "Hukum dropship". Tetapi salah satu cara yang saya tahu untuk bisa menjadikan dropship ini halal adalah, kita harus memposisikan diri sebagai marketing dari supplier, bukan mengatasnamakan produk tersebut sebagai punya kita, dan barang harus tetap dikirim dari alamat supplier. Bagaimanapun juga kita harus cari uang di internet yang halal agar hasilnya barokah.
Terakhir, jangan percaya begitu saja dengan tips saya, karena masih baaanyak janda-janda cantik...eh, para pebisnis yang jauh lebih ahli dan lebih sukses. Bergurulah pada pebisnis yang sudah terbukti sukses di bidangnya, dan carilah jodoh sampai ke negeri Cina.

Selamat ke Cina :)

6 comments:

kumpulan cerita said...

info yang sangat berguna mas, saya lagi belajar bisnis online and butuh banyak bahan :)

Jual Beli Mobil Baru dan Bekas said...

Saya pernah mengalami hal tersebut sampai, saya di marahin konsumen. Tetapi setelah peristiwa tersebut saya bisa mengambil kesimpulan yaitu harus benar-benar cerdas dalam memilih bisnis online.

Belajar Bahasa Inggris Online Gratis said...

Iya bener tuh bro, gw ngalamin kasus yang no 3 tuh. Barang di "etalase" websitenya bagus, pas nyampe ke cust, katanya "ini sih barang reject gan"...
Yaudah ane balikin duitnya... T.T

Unknown said...

Sip bngt deh infonya :-)

bayu said...

Baru 2 minggu jadi reseller, saya langsung menghadapi hambatan yg pertama. Karena terlalu lama membalas, kerja sama pun akhirnya saya batalkan saja.

Ttg hukum dorpshipper, setelah saya googling, hukumnya halal kok asalkan kita mengadakan akad (kerja sama) yg jelas dgn si supplier. Dan setahu saya Nabi Muhammad SAW pun awalnya adalah reseller, bersama pamannya Abu Thalib memasarkan produk-produk dari perusahaan Siti Khadijah ke negeri Syam.

Anyway, tks sharing pengalamannya. :)

Unknown said...

Jozz bgt geh
Thanks gan :D