Dulu saya suka berpikir bahwa ilmu-ilmu kesuksesan itu seharusnya dibagikan secara gratis saja, biar makin banyak orang yang sukses dan terbantu. Apalagi waktu itu saat saya lagi susah-susahnya duit, makin geram rasanya melihat pelatihan-pelatihan sukses yang harganya jutaan dan jelas gak terjangkau oleh kantong saya waktu itu.
Saya sempat berpikir, berarti kesuksesan itu cuma milik orang berduit, orang miskin mah bakalan tetep miskin kalo gak ada yang nolongin. Gak adil rasanya menyaksikan orang lain sukses karena mereka punya duit buat ikut pelatihan.
Tetapi, sekarang saya sadari bahwa yang namanya gratis tidak selalu baik, seperti halnya yang berbayar tidak selalu bagus. Sesuatu yang gratisan akan berdampak negatif jika diberikan pada orang yang tidak tepat, misalnya pada orang yang bermental gratisan atau bermental instan.
Ada orang-orang yang memang harus dibantu dengan ilmu gratis karena mereka tidak mampu tetapi punya tekad kuat untuk maju. Tetapi sebaliknya, ada orang yang malah gak serius ketika diberikan gratisan, bahkan ada yang cenderung meremehkan, mentang-mentang gratisan.
Saya sempat mengajarkan ilmu SEO secara gratis pada orang-orang tertentu. Tetapi dari semua orang yang saya ajarkan secara gratis itu, hanya 1 orang yang benar-benar serius dan menunjukkan hasil. Sedangkan sisanya ngilang begitu saja tanpa kabar berita. Saya sih gak masalah, mau berhasil atau nggak, yang penting sudah berbagi. Tapi gak bisa dipungkiri kesal juga ketika ada salah satu murid gratisan yang malah menghubungi saya untuk minta dibantu bisnis onlinenya.
Laah, terus dikemanain ilmu yang saya ajarin? Ternyata dia bilang belum sempat dipelajari, dan dia lagi butuh duit cepet. Karena itu dia minta saya bantu bisnisnya. Hadeeeh...udah panjang lebar ngajarin ilmunya, malah gak dipelajarin, dan sekarang minta dibantuin? Plis deh, itu ngelunjak namanya.
Saya sih maaf-maaf saja bukannya saya pelit, tapi gak mungkin saya ngebantuin SEO secara gratisan, secara ngerjain SEO itu cukup melelahkan, apalagi market yang dia kejar adalah high competition market, gak mungkin saya luangkan waktu khusus ngerjain SEO buat dia secara saya udah kasih tahu caranya juga sama dia, tapi malah gak dipake?
Berbagi memang harus, tapi sepertinya tidak semua orang harus dikasih gratisan. Dan belum tentu juga orang seperti begitu harus dikasih ilmu yang berbayar. Karena selama dia punya mental instan, ikut pelatihan sehebat apapun gak akan menghasilkan. Orang seperti itu lebih butuh dibina untuk menemukan potensi dirinya terlebih dahulu agar kepercayaan dirinya bangkit sehingga dia mudah menemukan jalan yang harus dia tempuh untuk meraih kesuksesannya sendiri.
Caranya? Tanya toko sebelah ajah karena sayah bukan ahlinya. Anda boleh menghubungi saya kalau butuh jasa SEO sajah hehehe.
Saya sempat berpikir, berarti kesuksesan itu cuma milik orang berduit, orang miskin mah bakalan tetep miskin kalo gak ada yang nolongin. Gak adil rasanya menyaksikan orang lain sukses karena mereka punya duit buat ikut pelatihan.
Tetapi, sekarang saya sadari bahwa yang namanya gratis tidak selalu baik, seperti halnya yang berbayar tidak selalu bagus. Sesuatu yang gratisan akan berdampak negatif jika diberikan pada orang yang tidak tepat, misalnya pada orang yang bermental gratisan atau bermental instan.
Ada orang-orang yang memang harus dibantu dengan ilmu gratis karena mereka tidak mampu tetapi punya tekad kuat untuk maju. Tetapi sebaliknya, ada orang yang malah gak serius ketika diberikan gratisan, bahkan ada yang cenderung meremehkan, mentang-mentang gratisan.
Saya sempat mengajarkan ilmu SEO secara gratis pada orang-orang tertentu. Tetapi dari semua orang yang saya ajarkan secara gratis itu, hanya 1 orang yang benar-benar serius dan menunjukkan hasil. Sedangkan sisanya ngilang begitu saja tanpa kabar berita. Saya sih gak masalah, mau berhasil atau nggak, yang penting sudah berbagi. Tapi gak bisa dipungkiri kesal juga ketika ada salah satu murid gratisan yang malah menghubungi saya untuk minta dibantu bisnis onlinenya.
Laah, terus dikemanain ilmu yang saya ajarin? Ternyata dia bilang belum sempat dipelajari, dan dia lagi butuh duit cepet. Karena itu dia minta saya bantu bisnisnya. Hadeeeh...udah panjang lebar ngajarin ilmunya, malah gak dipelajarin, dan sekarang minta dibantuin? Plis deh, itu ngelunjak namanya.
Saya sih maaf-maaf saja bukannya saya pelit, tapi gak mungkin saya ngebantuin SEO secara gratisan, secara ngerjain SEO itu cukup melelahkan, apalagi market yang dia kejar adalah high competition market, gak mungkin saya luangkan waktu khusus ngerjain SEO buat dia secara saya udah kasih tahu caranya juga sama dia, tapi malah gak dipake?
Berbagi memang harus, tapi sepertinya tidak semua orang harus dikasih gratisan. Dan belum tentu juga orang seperti begitu harus dikasih ilmu yang berbayar. Karena selama dia punya mental instan, ikut pelatihan sehebat apapun gak akan menghasilkan. Orang seperti itu lebih butuh dibina untuk menemukan potensi dirinya terlebih dahulu agar kepercayaan dirinya bangkit sehingga dia mudah menemukan jalan yang harus dia tempuh untuk meraih kesuksesannya sendiri.
Caranya? Tanya toko sebelah ajah karena sayah bukan ahlinya. Anda boleh menghubungi saya kalau butuh jasa SEO sajah hehehe.
No comments:
Post a Comment