Siapa Tahu Bermanfaat Buat Orang Lain

Visitor

Ads Here

Sunday, March 10, 2013

SEO Kelamaan?

jasa seo bandung
"SEO itu takes time ya..." kata seorang sahabat yang berprofesi sebagai hipnoterapis dan pembicara bidang pendidikan anak saat saya bertemu dengannya di Surabaya.

Dia cerita bahwa sebelumnya dia juga menggunakan jasa SEO untuk mempromosikan website dan service yang dia tawarkan pada publik. Tetapi belakangan ini dia lebih banyak melakukan promosi offline yang terbukti efektif meningkatkan pendapatannya, sehingga sekarang dia sangat sibuk dan jarang berada di kotanya sendiri karena sudah jadi cowok panggilan yang orderannya lebih banyak dari luar pulau.

Kalau dibilang SEO itu makan waktu, saya setuju. Tapi kalau dibilang makan waktu lama, saya kurang setuju, karena lama itu ukurannya berapa hari dulu? Dan pake tehnik apa dulu?

Banyak faktor yang membuat sebuah web tak kunjung nongol di pejwan setelah SEOnya gencar dilakukan, tapi setelah berbulan-bulan tetap stuck di halaman 4 atau 5, atau bahkan gak muncul sama sekali di top 100. Tehnik yang digunakan dan tingkat kompetisi keyword adalah sebagian penyebabnya. Tetapi bahkan high competition keywords pun sebenarnya tetap bisa dikejar dalam waktu yang relatif singkat seperti satu bulan misalnya, asalkan menggunakan tehnik yang baik dan benar, dan tentu saja lebih baik tidak dikerjakan sendirian, kecuali Anda mau fokus mencurahkan waktu dan tenaga untuk itu.

Idealnya hasil SEO terlihat dalam waktu 1 minggu atau maksimal 1 bulan. Apalagi kalau Anda mau jualan, kan nggak mungkin nunggu berbulan-bulan sampai webnya nongol di pejwan? Kelamaan, apalagi kalau Anda hanya mengandalkan jualan online sebagai sumber pendapatan Anda.

Lalu tehnik apa yang cepat dan gak kelamaan itu? Tentunya tak bisa dijelaskan di sini karena akan panjang sekali. Tapi intinya kalau keywordnya tepat, optimasi on pagenya sudah bagus dan off pagenya mantap, maka nongol di pejwan bukanlah impian.

By the way, gak salah sih jika seseorang lebih memilih metode offline daripada harus promosi usahanya lewat SEO. Akan tetapi effort dan biaya yang dikeluarkan akan jauh lebih besar daripada metode online, karena akan ada biaya transport, telepon, membuat brosur, ngiklan di media, dll.

Menurut saya sih, metode offline masih tetap diperlukan, tetapi akan lebih baik lagi jika digabung dengan metode online juga. Hal itu sudah dibuktikan oleh salah seorang sahabat saya yang sukses jadi kaya raya melalui usaha busana muslimnya setelah menggabungkan metode online dan offline.

Kalau saya pribadi masih memilih untuk online sajah, secara sayah mah pemalu dan gak bisa nawarin produk atau jasa secara offline. Dulu aja waktu dititipin jual sarung bantal di kantor, boro-boro berani saya ngeluarin sarung bantalnya, yang ada didiemin, akhirnya pulang-pulang laporan sama si eneng yang punya barang dan saya bilang kalau jualannya gak laku, padahal mah gak ditawarin sama sekali wkwkwk. Maap ya neng :D

Dengan menggunakan SEO sebagai metode online, saya gak perlu capek-capek nawarin sama orang dan gak perlu ketemu orang. Tapi justru saya mendapatkan pembeli dengan hanya bermodalkan tehnik SEO yang berhasil memunculkan blog jualan saya di pejwan dalam waktu 1 minggu.

Jadi, mau pake SEO atau nggak, itu pilihan Anda. Tapi kalau Anda mau belajar SEO buat jualan online, hubungi sayah sajah huehehehe...teuteeup promosi.

No comments: