Orang yang tidak tahu cara jualan di Facebook akan melakukan tehnik marketing secara serampangan, misalnya terus menerus update status tentang produk yang dia jual, atau upload foto produknya.
Yang lebih parah adalah nge-tag foto-foto produk jualannya ke sebanyak mungkin temannya. Atau ada juga yang secara brutal melakukan posting di wall temannya dengan kalimat promosi dan menyertakan link web jualannya.
Ada juga yang melakukan strategi komen, baik dengan cara halus atau cara brutal. Cara halus yaitu menanggapi dulu status temannya tapi ujung-ujungnya naro link di akhir komennya. Atau nyambung-nyambungin komennya dengan produk yang dia jual disertai link menuju webnya.
Sedangkan cara brutal adalah, tidak peduli apapun status temannya, komennya selalu frontal, alias komen yang cuma berisi kalimat promo dan link menuju web jualannya.
Ada juga yang jualan dengan cara mengirim pesan ke inbox teman-temannya atau bahkan orang yang gak dia kenal, yang penting jualan pasang muka badak, siap-siap dicaci maki sama yang gak suka dikirimin spam.
Dan ada juga yang melakukan soft selling dengan cara bercerita melalui update status seperti begini:
"Sebulan yang lalu ada temenku inbox, dia pengen join bisnis yang aku jalanin. Terus aku kasih tahu aja deh. Eh, ternyata dia tertarik dan sekarang dia malah udah mau resign dari kerjaannya, karena penghasilan dari bisnis yang sekarang ternyata dua kali lipat dari gajinya. Temen-temen yang mau tahu info lebih lanjut bisa inbox aku yah..."
Apapun bentuk promosinya, sekali dua kali mungkin masih oke, tapi kalau berkali-kali seperti itu Anda pasti males kan? Bahkan mungkin ada yang kepikiran untuk remove orang seperti itu. Kalo saya sih gak sampe nge-remove, tapi saya protect wall saya agar tidak bisa di-tag atau ditulisi postingan orang lain.
Tehnik jualan di Facebook yang serampangan jarang yang berhasil. Kenapa? Karena teman-teman kita belum tentu target market yang tepat, karena tidak semua butuh produk Anda. Misalnya Anda jualan obat pelangsing karena melihat obat pelangsing adalah niche market yang menguntungkan, lantas Anda update status tentang produk pelangsing terus menerus. Masalahnya, tidak semua teman Anda gendut-gendut, dan tidak semua orang gendut berminat untuk menurunkan berat badan, entah karena alasan biaya, ataupun sudah pasrah atau menikmati kegendutannya.
Cara yang paling aman dan mudah adalah membuat Fanpage, membuat grup, atau membuat akun baru khusus jualan dan add friend yang punya minat dengan produk yang Anda jual. Dengan cara ini kita bisa mendapatkan teman atau follower yang lebih tertarget, dan otomatis memperbesar peluang penjualan.
Yang paling populer digunakan adalah fanpage. Kita bisa invite teman-teman kita, meskipun belum tentu mereka akan jadi pembeli, karena bisa jadi ada yang nge-like cuma karena kasihan, atau karena gak enak sama teman. Sedangkan yang tidak berminat sudah pasti tidak akan nge-like.
Kalau mau lebih tertarget, kita harus gunakan fitur berbayar Facebook ads, dan ini adalah cara tercepat untuk mendapatkan like yang tertarget. Masalahnya, tidak semua orang punya modal, atau ada yang idealis ingin bisnis tanpa harus keluarin modal buat iklan.
Bisa-bisa aja sih, tapi harus mau kerja keras dikit, misalnya promosi di grup jual beli yang ada di Facebook, atau mencari teman yang tertarget. Salah satu caranya bisa dipelajari melalui cara jualan di facebook.
Tapi menurut seorang sahabat saya yang sudah pakar di bidang Facebook marketing, kalau mau bisnis maju, maka jangan terus-terusan menggunakan fitur gratisan, karena gratisan selalu punya keterbatasan. Untuk awal gak apa-apa pake fitur gratisan, tapi untuk ke depannya pertimbangkan pula memiliki budget untuk marketing, karena itulah salah satu pembeda bisnis jangka pendek dengan bisnis jangka panjang.
Kalau menurut saya, mau pake fitur gratisan atau berbayar itu masalah nanti. Yang penting adalah mulailah jualan dari sekarang. Jangan cuma baca doang, jangan cuma mimpi kaya doang. Mau dapat duit? Ya usaha lah.
So, mari kita jualan :)
Yang lebih parah adalah nge-tag foto-foto produk jualannya ke sebanyak mungkin temannya. Atau ada juga yang secara brutal melakukan posting di wall temannya dengan kalimat promosi dan menyertakan link web jualannya.
Ada juga yang melakukan strategi komen, baik dengan cara halus atau cara brutal. Cara halus yaitu menanggapi dulu status temannya tapi ujung-ujungnya naro link di akhir komennya. Atau nyambung-nyambungin komennya dengan produk yang dia jual disertai link menuju webnya.
Sedangkan cara brutal adalah, tidak peduli apapun status temannya, komennya selalu frontal, alias komen yang cuma berisi kalimat promo dan link menuju web jualannya.
Ada juga yang jualan dengan cara mengirim pesan ke inbox teman-temannya atau bahkan orang yang gak dia kenal, yang penting jualan pasang muka badak, siap-siap dicaci maki sama yang gak suka dikirimin spam.
Dan ada juga yang melakukan soft selling dengan cara bercerita melalui update status seperti begini:
"Sebulan yang lalu ada temenku inbox, dia pengen join bisnis yang aku jalanin. Terus aku kasih tahu aja deh. Eh, ternyata dia tertarik dan sekarang dia malah udah mau resign dari kerjaannya, karena penghasilan dari bisnis yang sekarang ternyata dua kali lipat dari gajinya. Temen-temen yang mau tahu info lebih lanjut bisa inbox aku yah..."
Apapun bentuk promosinya, sekali dua kali mungkin masih oke, tapi kalau berkali-kali seperti itu Anda pasti males kan? Bahkan mungkin ada yang kepikiran untuk remove orang seperti itu. Kalo saya sih gak sampe nge-remove, tapi saya protect wall saya agar tidak bisa di-tag atau ditulisi postingan orang lain.
Tehnik jualan di Facebook yang serampangan jarang yang berhasil. Kenapa? Karena teman-teman kita belum tentu target market yang tepat, karena tidak semua butuh produk Anda. Misalnya Anda jualan obat pelangsing karena melihat obat pelangsing adalah niche market yang menguntungkan, lantas Anda update status tentang produk pelangsing terus menerus. Masalahnya, tidak semua teman Anda gendut-gendut, dan tidak semua orang gendut berminat untuk menurunkan berat badan, entah karena alasan biaya, ataupun sudah pasrah atau menikmati kegendutannya.
Cara yang paling aman dan mudah adalah membuat Fanpage, membuat grup, atau membuat akun baru khusus jualan dan add friend yang punya minat dengan produk yang Anda jual. Dengan cara ini kita bisa mendapatkan teman atau follower yang lebih tertarget, dan otomatis memperbesar peluang penjualan.
Yang paling populer digunakan adalah fanpage. Kita bisa invite teman-teman kita, meskipun belum tentu mereka akan jadi pembeli, karena bisa jadi ada yang nge-like cuma karena kasihan, atau karena gak enak sama teman. Sedangkan yang tidak berminat sudah pasti tidak akan nge-like.
Kalau mau lebih tertarget, kita harus gunakan fitur berbayar Facebook ads, dan ini adalah cara tercepat untuk mendapatkan like yang tertarget. Masalahnya, tidak semua orang punya modal, atau ada yang idealis ingin bisnis tanpa harus keluarin modal buat iklan.
Bisa-bisa aja sih, tapi harus mau kerja keras dikit, misalnya promosi di grup jual beli yang ada di Facebook, atau mencari teman yang tertarget. Salah satu caranya bisa dipelajari melalui cara jualan di facebook.
Tapi menurut seorang sahabat saya yang sudah pakar di bidang Facebook marketing, kalau mau bisnis maju, maka jangan terus-terusan menggunakan fitur gratisan, karena gratisan selalu punya keterbatasan. Untuk awal gak apa-apa pake fitur gratisan, tapi untuk ke depannya pertimbangkan pula memiliki budget untuk marketing, karena itulah salah satu pembeda bisnis jangka pendek dengan bisnis jangka panjang.
Kalau menurut saya, mau pake fitur gratisan atau berbayar itu masalah nanti. Yang penting adalah mulailah jualan dari sekarang. Jangan cuma baca doang, jangan cuma mimpi kaya doang. Mau dapat duit? Ya usaha lah.
So, mari kita jualan :)
No comments:
Post a Comment