SEO bukan ilmu pasti, tapi ilmu dukun. Begitu candaan teman-teman saya yang sama-sama berprofesi sebagai jasa SEO.
Candaan itu dilontarkan saat salah seorang sahabat curhat tentang web kliennya yang udah berbulan-bulan gak juga nongol-nongol di pejwan, padahal cara optimasi yang digunakan sama persis dengan yang sebelum-sebelumnya.
Soal SEO bukan ilmu pasti, itu memang betul, makanya banyak sekali metode SEO yang bisa Anda temukan, meskipun basicnya tetap sama yaitu riset keyword yang tepat, optimasi on page dan off page.
Dari berbagai mastah SEO yang saya kenal langsung dan juga kenal secara tidak langsung, saya melihat mereka punya keunikan masing-masing, karena punya trik dan tehnik SEO yang berbeda-beda.Tetapi hanya satu persamaan mereka, yaitu semuanya jago, dan mampu menaikkan web atau blog ke pejwan dalam waktu yang singkat, bahkan untuk high competition keyword.
Dari berbagai tehnik yang dilakukan para mastah, ada yang webnya sudah merajai pejwan dalam waktu 1 hari, bahkan ada yang hanya beberapa jam saja. Lebih hebat lagi ada yang konten webnya masih kosong melompong tapi bisa merajai pejwan dalam hitungan hari. Dan ada pula yang tingkat dewa, yaitu yang gak pakai SEO sama sekali, tapi bisa mejeng di pejwan dengan keyword tingkat dewa.
Ada yang hanya mengandalkan blog commenting, meskipun tentu saja tidak sekedar blog commenting, karena dia punya trik tersendiri. Ada yang hanya mengandalkan optimasi on page, ada yang hanya mengandalkan artikel yang dioptimasi, ada yang lebih mengutamakan backlink, ada yang menggunakan tehnik yang ribet, ada yang simple, ada yang mengandalkan software, ada yang menganut paham SEO natural, dan ada pula yang gabungan dari semuanya.
Ada yang bilang artikel itu minimal harus 300 kata, bahkan ada yang bilang minimal 500 kata. Tapi faktanya bahkan ada yang artikelnya cuma satu paragraf doang dan kadang cuma satu baris kalimat saja bisa mejeng di pejwan.
Ada yang bilang harus pake H1, H2, H3, pake huruf bold, italic, underline, dll. tapi ada juga yang tidak mewajibkan. Ada yang bilang link anchor text pada postingan harus mengarah ke homepage, tapi ada juga yang bilang lebih bagus ke halaman artikel itu sendiri.
Kalau diturutin semua malah jadi pusing dan gak belajar-belajar. Jadi menurut saya, gak penting tehnik SEO apa yang Anda lakukan, yang penting pejwan gan, dan tentu saja bertahan lama serta bebas dari penalti mbah Gugel.
Kalau web atau blog Anda tak kunjung muncul di pejwan padahal sudah pakai cara yang sama untuk merangking blog-blog atau banyak web sebelumnya, maka langkah awal yang bisa dilakukan adalah cek kembali tingkat kompetisi dan tambahkan dosis backlink. Itu cara saya, belum tentu sama dengan Anda.
Ada banyak faktor yang membuat sebuah web atau blog bisa nangkring di pejwan dengan lancar dan aman. Tetapi tidak semua faktor tersebut terungkap atau dibocorkan Google, itulah sebabnya SEO bukan ilmu pasti dan membutuhkan kemampuan penerawangan yang mumpuni.Gak ding, maksud saya butuh eksplorasi dan eksperimen untuk mengetahui apakah tehnik yang Anda lakukan masih bekerja atau tidak, dan tentu saja ikuti terus update tentang algoritma Google serta update ilmu dari para master SEO, tidak perlu ambil semua ilmunya atau mengikuti semua caranya, ambil saja yang Anda mampu melakukannya.
Buat saya pribadi, tehnik yang saya gunakan masih berhasil sampai hari ini meskipun tidak selalu sama hasilnya, tapi paling lama juga 1 bulan udah nongol di pejwan, jadi saya belum merasa perlu untuk ganti metode, terutama karena saya masih enjoy dengan tehnik yang saya lakukan. Tapi saya juga tidak menutup diri untuk belajar lagi jika suatu hari nanti menemukan metode lain yang lebih efektif dan efisien serta cetar hasilnya. Dan tentunya saya akan share pada murid-murid privat SEO saya jika ada ilmu SEO terbaru.
Mau belajar SEO? Silahkan hubungi sayah hehehe.
Candaan itu dilontarkan saat salah seorang sahabat curhat tentang web kliennya yang udah berbulan-bulan gak juga nongol-nongol di pejwan, padahal cara optimasi yang digunakan sama persis dengan yang sebelum-sebelumnya.
Soal SEO bukan ilmu pasti, itu memang betul, makanya banyak sekali metode SEO yang bisa Anda temukan, meskipun basicnya tetap sama yaitu riset keyword yang tepat, optimasi on page dan off page.
Dari berbagai mastah SEO yang saya kenal langsung dan juga kenal secara tidak langsung, saya melihat mereka punya keunikan masing-masing, karena punya trik dan tehnik SEO yang berbeda-beda.Tetapi hanya satu persamaan mereka, yaitu semuanya jago, dan mampu menaikkan web atau blog ke pejwan dalam waktu yang singkat, bahkan untuk high competition keyword.
Dari berbagai tehnik yang dilakukan para mastah, ada yang webnya sudah merajai pejwan dalam waktu 1 hari, bahkan ada yang hanya beberapa jam saja. Lebih hebat lagi ada yang konten webnya masih kosong melompong tapi bisa merajai pejwan dalam hitungan hari. Dan ada pula yang tingkat dewa, yaitu yang gak pakai SEO sama sekali, tapi bisa mejeng di pejwan dengan keyword tingkat dewa.
Ada yang hanya mengandalkan blog commenting, meskipun tentu saja tidak sekedar blog commenting, karena dia punya trik tersendiri. Ada yang hanya mengandalkan optimasi on page, ada yang hanya mengandalkan artikel yang dioptimasi, ada yang lebih mengutamakan backlink, ada yang menggunakan tehnik yang ribet, ada yang simple, ada yang mengandalkan software, ada yang menganut paham SEO natural, dan ada pula yang gabungan dari semuanya.
Ada yang bilang artikel itu minimal harus 300 kata, bahkan ada yang bilang minimal 500 kata. Tapi faktanya bahkan ada yang artikelnya cuma satu paragraf doang dan kadang cuma satu baris kalimat saja bisa mejeng di pejwan.
Ada yang bilang harus pake H1, H2, H3, pake huruf bold, italic, underline, dll. tapi ada juga yang tidak mewajibkan. Ada yang bilang link anchor text pada postingan harus mengarah ke homepage, tapi ada juga yang bilang lebih bagus ke halaman artikel itu sendiri.
Kalau diturutin semua malah jadi pusing dan gak belajar-belajar. Jadi menurut saya, gak penting tehnik SEO apa yang Anda lakukan, yang penting pejwan gan, dan tentu saja bertahan lama serta bebas dari penalti mbah Gugel.
Kalau web atau blog Anda tak kunjung muncul di pejwan padahal sudah pakai cara yang sama untuk merangking blog-blog atau banyak web sebelumnya, maka langkah awal yang bisa dilakukan adalah cek kembali tingkat kompetisi dan tambahkan dosis backlink. Itu cara saya, belum tentu sama dengan Anda.
Ada banyak faktor yang membuat sebuah web atau blog bisa nangkring di pejwan dengan lancar dan aman. Tetapi tidak semua faktor tersebut terungkap atau dibocorkan Google, itulah sebabnya SEO bukan ilmu pasti dan membutuhkan kemampuan penerawangan yang mumpuni.Gak ding, maksud saya butuh eksplorasi dan eksperimen untuk mengetahui apakah tehnik yang Anda lakukan masih bekerja atau tidak, dan tentu saja ikuti terus update tentang algoritma Google serta update ilmu dari para master SEO, tidak perlu ambil semua ilmunya atau mengikuti semua caranya, ambil saja yang Anda mampu melakukannya.
Buat saya pribadi, tehnik yang saya gunakan masih berhasil sampai hari ini meskipun tidak selalu sama hasilnya, tapi paling lama juga 1 bulan udah nongol di pejwan, jadi saya belum merasa perlu untuk ganti metode, terutama karena saya masih enjoy dengan tehnik yang saya lakukan. Tapi saya juga tidak menutup diri untuk belajar lagi jika suatu hari nanti menemukan metode lain yang lebih efektif dan efisien serta cetar hasilnya. Dan tentunya saya akan share pada murid-murid privat SEO saya jika ada ilmu SEO terbaru.
Mau belajar SEO? Silahkan hubungi sayah hehehe.
2 comments:
@Muhamad Gunarsah, wow ..dapat ilmu baru nih, ilmu DUKUN SAKTI ahli SEO yg GUANTENG.........hehehe.....
#salam komat komit baca mantra ... :-P
Wkwkwk, salam SEO khusus orang ganteng :D
Post a Comment